Situs Prostitusi Online Artis Indonesia

Written by bocahiseng on Wednesday, February 18, 2009

Situs Prostitusi Online Artis Indonesia, Dunia persilatan artis sedang dilanda gosip yang mengejutkan karana bukan hanya satu artis yang kena gosip seperti kasusnya foto bugil pingkan mambo tapi seluruh jajaran artis ilmu tingkat tinggi tersohor di indonesia yang seksi, montok, bohai, muda , tua , remaja, itu terkena karana nama dan foto bugil mereka ada di situs Situs Prostitusi Online yang mengklaim bahwa para artis itu bisa dibooking untuk keperluan tempat tidur sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang. pesek, mancung, panjang, kecil......tapi yang jelas punya duit.

prostitusi online artis indonesia

Di Situs Prostitusi Online Artis Indonesia nama-nama artis seperti Ayu, Sarah dan Rahma Azhari, Julia Perez, Luna Maya, Masayu Anastasia, Dini Aminarti, Laudya Cynthia Bella, asmiranda DLL digunakan, bukan hanya foto tapi katanya tarif juga ada ...

Nama salah satu artis favorit saya ...Luna Maya yang saya Baca di detiknet berharga Rp 75 Juta.. tidak percaya...baca dehh beritanya...

Tarif 'Luna Maya' Rp 75 Juta, 'Masayu' Rp 40 Juta

Nama beken Luna Maya turut menghiasi deretan artis cantik yang dikelola situs prostitusi online www.hartono***.com. Menurut sejumlah pengakuan, dara bermata indah itu pernah mereka booking dengan tarif hampir seratus juta rupiah. Wow!

Sebut saja si A. Pria paruh baya yang tak mau jati dirinya diungkap, mengaku pernah mem-booking artis cantik kelahiran Bali itu dengan tarif Rp 75 juta untuk sebuah kencan singkat di suatu hotel mewah di Jakarta.

Lain lagi dengan si B. Dia yang juga tak mau disebut namanya, berhasil nego minta tarif yang lebih murah. "Kami akhirnya setuju dengan tarif Rp 50 juta, dengan uang muka Rp 40 juta ditransfer langsung ke rekening dia."

Meski demikian, belum tentu nomor rekening tersebut milik artis yang bersangkutan. Bisa jadi, rekening tersebut adalah milik orang lain yang memiliki nama sama.

Lalu hasilnya? Keduanya geleng-geleng kepala. Hingga hari dan tempat yang dijanjikan, artis incaran mereka tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Ketika dihubungi ke nomor ponsel yang katanya milik Luna Maya, alasan yang didapat melulu tengah sibuk syuting.

Kejadian ini berulang beberapa kali sampai sang mucikari lalu menghubungi sang klien untuk menawarkan pengganti. "Memang, Mas. Luna itu masih sibuk syuting. Kalau mau cepat, yang ready stock saja. Bagaimana kalau Masayu, dia bisa empat puluh juta, kok," sebut si B menirukan sang germo yang mengaku bernama Ririn.

Kadung kecewa, keduanya memutuskan untuk batal transaksi. Ternyata, Luna Maya yang mereka booking bukan Luna Maya sungguhan. "Jangankan Luna Maya asli, yang aspal saja tidak muncul batang hidungnya."

Meski demikian, apes buat mereka karena duit tak bisa kembali. Untuk melapor polisi pun mereka malu. "Saya punya keluarga. Kasihan anak istri saya," demikian alasan klise keduanya.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2009/02/18/130612/1086661/398/
tarif-luna-maya-rp-75-juta-masayu-rp-40-juta

Kalau tarif Julia Perez sendiri saat dengar di salah satu infotaiment di televisi katanya tarifnya 2 milyar rupiah :::wew::

Kalau baca dari berita diatas sihh di tipu abiss tuh para hidung belang ?? mau lapor polisi malu !! ya iyalahhh masa lapor polisi bilang "pak saya mau lapor saya di tipu karana gak jadi tidur sama artis favorit saya padahal saya udeh bayar"..gimana kalau orang sekampung pada tauuu mau ditaro mana tuhh muka.....

Dalam kasus prostitusi online artis indonesia ini terbawa nama Hartono Prapanca (karna namanya emang menggunakan sebagai domain) yang ternyata tidak asing lagi di dunia prostitusi. Ia terkenal sebagai mucikari kelas kakap dengan koleksi gadis cantik. Siapa Sih Hartono Prapanca berita jelasnya.....

Hartono Prapanca, Germo Kakap Rambah Online

Nama Hartono Prapanca ternyata tidak asing lagi di dunia prostitusi. Ia terkenal sebagai mucikari kelas kakap dengan koleksi gadis cantik.

Prostitusi yang ia geluti sejak tahun 1990-an ini mampu menobatkan dirinya sebagai pengusaha bordil kelas atas. Bahkan usaha tersebut telah tersebar di beberapa kota besar, yakni Surabaya, Jakarta, Batam, Denpasar dan Semarang.

Hartono sejatinya memiliki nama Hartono Setiawan. Nama Prapanca yang disematkan merupakan nama lokasi favoritnya dalam melancarkan aksi. Ada yang menyebutkan nama tersebut berasal dari nama jalan di Jakarta Selatan, atau nama sebuah hotel di wilayah tersebut yang kerap dijadikan tempat bertransaksi.

Saat ditelusuri okezone di dunia maya, Selasa (17/2/2009), nama Hartono langsung mengacu kepada germo kelas kakap yang sempat ditangkap di Surabaya karena tuduhan praktek prostitusi dan aborsi para wanita koleksinya. Penangkapan ini terjadi pada tahun 2006. Namun belum diketahui, apakah nama ini merupakan nama yang sama dengan pemilik situs prostitusi yang ada saat ini.

Forum lainnya masih menyebutkan Hartono sebagai mucikari tingkat tinggi di Indonesia. Saking terkenalnya, nama Hartono sering disalahgunakan untuk penipuan. Bahkan ada seorang Hartono palsu yang menggunakan rekening atas nama artis yang akan dibooking untuk menipu pelanggan, hanya untuk meyakinkan korbannya.

Kebanyakan anggota forum tersebut percaya dengan 'kualitas' gadis yang digermoi Hartono. Bahkan mereka yakin, Hartono Prapanca hanya memiliki satu situs resmi, yang ia kelola sejak tahun 2005, dan tidak pernah menipu. Sayangnya, anggota forum tersebut menganggap Hartono memiliki tarif prostitusi cukup tinggi. Apalagi tarif penggunaan jasa prostitusi dari kalangan artis.

sumber : http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/17/55/193550/
hartono-prapanca-germo-kakap-rambah-online

Seperti dugaan saya ini memang berita bohong yang tak bertanggung jawab dari kerjaan orang orang yang ingin mencari sensasi dan keuntungan materi belaka atau menipu..andaikan benar pasti saya akan mengumpulan uang dulu ::: ahhh dubrak aja :::

gambar : detik dan okezone berita tentang Situs Prostitusi Online Artis Indonesia.


Related Posts by Categories



  1. 29 comments: Responses to “ Situs Prostitusi Online Artis Indonesia ”

  2. By pencuri kode™ on February 19, 2009 at 3:55 AM

    wah-wah makin melebar aja nih SARKEM hikkkkkkk

  3. By afwan auliyar on February 19, 2009 at 11:44 AM

    wah lebih mudah cari ce-ce nya neh :)
    booking-booking

  4. By thegands on February 19, 2009 at 1:09 PM

    wah, disini malah ada yang 20 ribu rupiah sekali pake. wakakakakaka..

  5. By sapimoto on February 19, 2009 at 3:09 PM

    Daripada duit segitu cuma buat melepaskan lendir yang tidak sampe satu gelas, mendingan buat beli mobil.
    Artis secantik apapun dengan bayaran segitu, paling lama cuma bisa dikelonin semalam, lha klo beli mobil bisa dinaiki kapanpun asal ada lendir, eh bbm-nya.

  6. By munawar am on February 19, 2009 at 5:06 PM

    konon Pretty Asmara masuk juga yaahhhh? wakakakakak...tarifnya berapa yaahhh?
    gile, gedbugggg...

  7. By erwinyustiawan on February 19, 2009 at 9:22 PM

    woalah aapa orangnya masih ada ampe sekarang ga ya..:)

  8. By pencuri kode™ on February 19, 2009 at 10:58 PM

    cah aku ingin minta id ym kamu dong??? masa udah lama bersilahturahmi ga ada kelanjutan :(( nih id ku ada sama bang tozie

  9. By Tak Dapat Artis, 'Perawan' pun Jadi on February 20, 2009 at 10:18 PM

    Jakarta - Situs prostitusi www.hartonosejakdulu.com yang memajang artis Tanah Air dilaporkan kerap kali melakukan penipuan. Awalnya, para hidung belang boleh saja mem-booking artis, namun ketika si artis tak kunjung datang, malah disodori wanita lain yang di antaranya mengaku 'perawan'.

    Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain menceritakan modus yang dilakukan kedua pelaku yang kini telah ditangkap, Ramdani dan Fitriani, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (20/2/2009).

    "Apabila orang yang memesan telah mengirim uang, tetapi yang dipesan tidak juga datang. Biasanya mereka akan komplain. Dan karena itu harganya sangat mahal, maka oleh pasutri ini dicarikan perempuan lain," jelasnya.

    Ditambahkan Zulkarnain, situs alternatif yang kerap dijadikan 'ban serep' bagi para hidung belang adalah situs www.adelimut.com, www.zahravirgine.com serta www.jakartaescortladies.com. "Kami sedang menelusurinya tapi situs ini sudah ditutup, sudah tidak bisa dibuka," tukasnya.

    Namun, lanjut Zulkarnain, diketahui bahwa perusahaan yang mendesain situs esek-esek ini adalah PT Surya Lintas Global. "Kita tidak tahu perkembangannya seperti apa, tetapi masih dalam penyelidikan," pungkasnya. ( rou / faw )

  10. By Transaksi Prostitusi Online Langsung ke Rekening Artis? on February 20, 2009 at 10:20 PM

    Banyaknya nama artis yang dicatut di situs prostitusi Hartono Prapanca mungkin membuat sejumlah orang beranggapan bahwa ini hanya aksi tipu-tipu belaka. Namun ada laporan yang membenarkan adanya aksi tersebut.

    Pembaca detikINET yang tak mau disebutkan namanya melaporkan bahwa dirinya pernah mencoba untuk melakukan transaksi 'booking' artis yang ada di situs www.hartono***.com tersebut. Ia lalu diminta untuk mentransfer sejumlah dana ke nomor rekening yang dikatakan milik sang artis.

    Hingga di hari yang dinantikan tiba, artis panggilan tersebut sayangnya tak menunjukkan batang hidungnya. Dan ketika dihubungi ke ponsel yang diyakini milik si artis, ia beralasan tengah sibuk syuting. Kejadian ini berulang beberapa kali sampai sang mucikari lalu menghubungi sang klien untuk menawarkan pengganti.

    Mendengar pengalaman pembaca tersebut, detikINET lalu mencoba untuk melakukan penelusuran ke nomor rekening yang dimaksud. Dan hasilnya, nama yang muncul adalah nama yang sama dengan artis yang dimaksud.

    Meski demikian, belum tentu nomor rekening tersebut milik artis yang bersangkutan. Bisa jadi, nama tersebut adalah milik orang lain yang memiliki nama sama.

  11. By Anonymous on February 25, 2009 at 12:40 PM

    Pelaku Prostitusi Online Bisa Didenda Rp 1 Miliar


    Kehadiran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) diharapkan dapat lebih mengontrol peredaran konten di dunia maya. Termasuk untuk situs yang menawarkan jasa prostitusi, UU ITE berperan untuk menjeratnya.

    Rapin Mudiardjo, pakar hukum dari ICT Watch mengatakan, situs web hanyalah media untuk menyampaikan informasi, sedangkan pointnya adalah informasi atau konten apa yang terkandung di situs tersebut.

    Nah, lanjut Rapin, jika situs yang beralamat di www.hartono***.com dan www.jakarta***.com memang benar merupakan situs prostitusi, maka pasal 27 di UU ITE sudah bisa menjeratnya. "Hukumannya, pelaku bisa dipenjara 6 tahun dan/atau denda Rp 1 miliar," ujarnya kepada detikINET, Selasa (17/2/2009).

    Pun demikian, Rapin mengingatkan, ada baiknya sebelum memvonis bersalah harus dilakukan penyelidikan dari pihak berwajib untuk mendukung bukti-bukti lainnya.

    "Hebatnya internet kan seperti itu, bisa memberikan informasi awal dengan gambar-gambar yang menarik tapi itu juga belum tentu benar," tukasnya.

    Bukti-bukti pendukung lainnya antara lain, seperti bukti lalu lintas komunikasi, bukti pemesanan, bukti transfer hingga prosedur pemesanan yang jelas.

    "Kalau dilihat di situsnya kan, disini cuma memberi kontak dan tidak mengindikasikan secara langsung. Jadi perlu dicari korelasinya dan diselidiki. Merangkai bukti-bukti itu yang butuh waktu dan effort," pungkasnya

  12. By Anonymous on February 25, 2009 at 12:42 PM

    Pelaku Prostitusi Online Ditangkap

    Pelaku prostitusi online www.hartono***.com telah ditangkap. Ia pun siap dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan sanksi pidana enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

    Hal ini terkuak dalam pertemuan tertutup antara pihak kepolisian, kejaksaan, dan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Pertemuan ini untuk mengkoordinasi tindak lanjut kasus prostitusi online yang turut menyeret sejumlah nama artis cantik papan atas.

    "Dari pertemuan tadi siang, disebutkan sudah ada yang ditangkap polisi. Namun wewenang untuk menyebutkan siapa orangnya, ada di pihak kepolisian," ungkap Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Rabu (18/2/2009).

    Pada pertemuan hari ini, Depkominfo selaku instansi yang membidani kelahiran undang-undang tersebut, menyarankan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan, agar pelaku dijerat UU ITE pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 1.

    Dalam pasal 27 ayat 1 disebutkan: "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan".

    Sementara, pasal 45 ayat (1) berbunyi: "Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

    Gatot mengharapkan sanksi yang cukup berat bisa membuat jera para pelaku. "Ini sebagai shock therapy agar kejadian serupa tak terulang," tandas Gatot.

  13. By Anonymous on February 25, 2009 at 12:45 PM

    Situs Prostitusi Penampil Artis 'Disembunyikan' Malaysia

    Data pemilik situs prostitusi yang menampilkan daftar dan wajah artis Indonesia ternyata disembunyikan oleh sebuah perusahaan Malaysia.

    Hal ini diketahui setelah detikINET melacak Whois database dari situs yang beralamat di www.hartono***.com itu, pada Selasa (17/2/2009). Data pemilik nama domain tersebut yang muncul adalah sebuah perusahaan Malaysia. Namun perusahaan itu hanya menyediakan jasa untuk menyembunyikan data asli pemilik domain dan bukan pemilik aslinya.

    Dari keterangan Whois diketahui bahwa situs tersebut diciptakan pada 17 Juli 2007 lalu, dengan tempat hosting di Taiwan.

    Domain: hartono**.com
    Status: Protected

    Created: 2007-07-16 08:07:57
    Expires: 2009-07-16 07:42:57
    Last Modified: 2008-07-17 10:22:28

    Registrant Contact:
    Modern Outlook Sdn Bhd
    Modern Outlook Sdn Bhd ()
    Lot 13-01A, Level 13 (East Wing) Berjaya Times Square, No.1, Jalan Imbi
    Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan, Malaysia 55100

    Sementara untuk situs yang diduga mesum yang satunya lagi yang beralamat di www.jakarta**.com didaftarkan dari Jakarta, Indonesia atas nama penyedia jasa hosting dan nama domain Swebcard.

    Tidak jelas apakah Swebcard memang pemilik situs itu atau hanya menyediakan jasa yang sama dengan perusahaan Malaysia tadi. Situs ini sendiri dibuat pada 28 Agustus 2008 dan memiliki tempat hosting di Taiwan juga.


    Domain Name: JAKARTA**.COM


    Registrant:
    Swebcard
    Swebcard ()
    Jln. Gunung Sahari Raya No 2, Komp. Marinatama Blok B-15
    Jakarta Utara
    Jakarta,14420

  14. By Anonymous on February 26, 2009 at 12:41 AM

    Situs Prostitusi Catut Artis Diklaim Milik Hartono Ayam, Sejumlah Artis Cuek


    Jakarta | Surya-Situs prostitusi yang diklaim milik germo Hartono Prapanca (atau Hartono Ayam) mencatut nama dan foto sejumlah artis papan atas Indonesia. Meski foto para artis itu tidak vulgar, namun dalam situs tertulis, mereka bisa dipesan untuk model, SPG (sales promotion girl), dan sesuai kebutuhan (pemesan).

    Foto-foto artis yang terpampang dalam situs Hartonosejakdulu.com tersebut, antara lain Ria Irawan, Julie Estelle, Asmirandah, Ardina Rasti, Sarah Azhari, Nabila Syakieb, Intan Nuraini, Laudya Cynthia Bella, Masayu Anastasia, dan Angel Lelga (yang kini berganti nama menjadi Angelique) serta masih banyak lagi.

    Tidak dapat dipastikan apakah situs tersebut memang menyediakan artis dan wanita lain sebagai pemuas nafsu laki-laki, atau hanya ulah orang iseng. Kalimat bisa dipesan sesuai kebutuhan itu bisa diterjemahkan bisa dipakai (bispak).

    “Terkenal, terbaik, terpercaya sejak doeloe dengan koleksi wanita-wanita cantik, menarik dan berkepribadian untuk model/SPG serta sesuai dengan kebutuhan. Ingat-ingat jangan ke mana-mana. Semua ada di sini dan pasti puas! Awas tertipu! Hartono asli & paten,” begitu pesan dalam situs itu.
    Situs ini dituliskan bermarkas di Jalan Prapanca, Jakarta Selatan. Juga memiliki cabang di Surabaya, Batam, Bandung, dan Semarang. Dicantumlan pula dua nomor telepon jika ada yang berminat untuk memesan perempuan. Anehnya kedua nomor telepon tersebut tidak berhasil dihubungi.

    Sejumlah selebritis yang namanya dicatut situs prostitusi itu mengaku tidak kaget dan bersikap cuek. Sikap seperti ini di antaranya disampaikan Ria Irawan, Julie Estelle, dan Asmirandah.
    Ria Irawan tidak mempersoalkan fotonya dipajang di situs prostitusi tersebut. Sambil bercanda Ria berharap semoga ada yang mem-booking-nya. “Mudah-mudahan ada yang booking,” katanya bercanda, kemarin.

    Ria juga mengaku sebagai satu-satunya artis yang tidak pernah marah, meski dikatakan bisa ‘dipakai’ atau jadi perempuan simpanan.
    Hal hampir sama dikatakan Asmirandah. Dia hanya tersenyum fotonya dipajang di situs. Artis sinetron ini mengaku tidak pernah berlaku buruk. Namun, ia mengaku belum pernah membuka situs prostitusi tersebut.

    Julie Estelle yang fotonya juga dipajang dalam situs, juga bersikap santai. Julie mengaku lagi sibuk dan tidak mau ambil pusing soal isi situs tersebut. Meski santai, Julie akan melakukan tindakan hukum jika dirinya sudah terganggu dengan isi situs itu.

    Sedangkan penyanyi dan bintang film Julia Perez (Jupe) geram dengan ulah orang jahil yang memasukkan nama dan fotonya ke situs prostitusi. “Bilang sama Hartono, saya bisa jual diri sendiri,” kata Jupe ketus.

    Ia marah karena gosip serupa pernah menimpa dirinya. Jupe disebut-sebut bertarif Rp 1 miliar. “Katanya harga gue Rp 1 miliar, bilang sama dia sudah naik menjadi Rp 3 miliar,” kata Jupe kesal.

    Blokir situs
    Situs protitusi yang memajang nama artis-artis Indonesia, ternyata meminjam hosting perusahaan di Malaysia. Situs itu dibuat 16 Juli 2007 dan masa berlakunya akan habis 16 Juli 2009.

    Dari penelusuran diketaui, situs ini meminjam perusahaan Modern Outlook Sdn Bhd yang beralamat di Berjaya Times Square, No1, Jalan Imbi, Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan, Malaysia 55100.
    Modern Outlook Sdn Bhd merupakan perusahaan jasa layanan jasa teknologi informatika. Sehingga sebenarnya nama pembuat situs protitusi ini tidak jelas, karena diproteksi.

    Sementara itu, kalangan anggota DPR kecewa terhadap kinerja Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) yang dinilai tidak tegas menindak situs-situs berbau pornografi dan provokatif.
    Menurut anggota DPR dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), Abdillah Toha, dewan telah memberitahu Depkominfo untuk memblokir situs pornografi sejak beberapa waktu lalu. Tapi hingga kini, situs tersebut masih dapat diakses. Situs-situs porno yang dimaksud adalahYou Porn dan Camfrog.

    Dirjen Aplikasi Telematika pada Depkominfo, Cahyana Ahmadjayadi mengatakan, pihaknya kesulitan memblokir situs-situs tersebut. Pasalnya, dari sekitar 108 juta situs, 40 persennya memuat konten pornografi.

    Di bisnis prostitusi, nama Hartono Prapanca di tahun 1990-an memang tidak asing. Ia dikenal sebagai germo kelas kakap dengan koleksi perempuan cantik.

    Prostitusi yang digeluti Hartono, dulu berhasil menobatkan dirinya sebagai pengusaha bordil kelas atas. Bahkan usaha tersebut telah tersebar di beberapa kota besar, yakni Surabaya, Jakarta, Batam, Denpasar, dan Semarang.

    Dia memiliki nama lengkap Hartono Setiawan. Nama Prapanca merupakan nama lokasi favoritnya dalam berbisnis esek-esek. Ada yang menyebutkan nama tersebut berasal dari nama jalan di Jakarta Selatan, atau nama sebuah hotel di wilayah tersebut yang kerap dijadikan tempat bertransaksi, tepatnya Prapanca Raya

  15. By Anonymous on February 26, 2009 at 12:43 AM

    Artis-artis Masuk Daftar Situs Prostitusi
    Bella Cuek, Asmiranda Berang, Julie Pusing

    BANYAK artis yang masuk situs prostitusi yang diklaim milik germo kelap kakap Hartono. Laudya Cynthia Bella masuk salah satu artis yang juga jualan di situs prostitusi. Menanggapi hal itu, artis yang akrab disapa Bella lebih memilih cuek. "Itu nggak benar dan nggak penting. Jadi malas komentarinnya," kata Bella saat ditemui di lokasi syuting, di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (17/2) malam.

    Bella tidak sendiri. Ada beberapa foto artis muda yang sedang naik daun seperti Nabila Syakieb, Intan Nuraini, Masayu Anastasia, Ardina Rasti dan beberapa selebritis lain. Foto-foto artis yang terpampang memang tidak vulgar. Yang mengagetkan, pengelola situs menuliskan wanita-wanita yang berada di situs tersebut bisa dipesan untuk keperluan model, SPG dan sesuai dengan kebutuhan lainnya. Untuk yang terakhir disebutkan itu bisa diartikan sebagai pemuas nafsu birahi lelaki.

    Belum jelas apakah situs tersebut benar-benar menyediakan perempuan untuk pemuas nafsu laki-laki atau hanya akal-akalan semata. Yang jelas, dua nomor telepon yang tercatat di situs tersebut tidak bisa dihubungi. Artis lainnya, mengaku kecewa, santai dan bahkan ada yang menantang menanggapinya.
    Asmirandah, salah seorang artis yang nama dan fotonya mejeng di situs tersebut, mengaku kecewa. Artis sinetron 'Sekar' itu bahkan mengaku berang terhadap orang yang mencantumkan namanya tersebut. "Semua orang pasti pernah kena hal kayak gini. Tapi tak mungkin aku begitu. Sangat kecewa iya. pasti pernah kena hal kayak gini. Tapi tak mungkin aku begitu. Sangat kecewa iya. Aku percaya sama diri aku sendiri bahwa aku tidak seperti itu. Pelakunya harus sampai ketemu,” kata Asmirandah.

    Sedangkan, artis lainnya yang masuk daftar adalalah Julie Estelle. Tarif untuk mengencani artis sangatlah bervariasi, antara Rp10 juta hingga 100 juta. Apa komentar Julie? Julie memilih cuek. Daripada emosi, Julie Estelle memilih tak mau pusing akan masalah tersebut. "Aku nggak mau pusing. Aku juga lagi sibuk banget. Lagi sibuk kuliah. Jadi menurutku nggak penting banget ngurus begituan. Yang penting aku nggak begitu," tutur artis cantik ini. Julie mengatakan, jika keberadaan situs telah mengganggu hidupnya, maka ia tak ragu untuk mengambil tindakan," "Hingga saat ini belum berdampak langsung sama aku. Tapi kalau sampai nanti situs itu bisa beredar banget dan berdampak langsung ke aku, aku pasti ambil tindakan," ujar Julie. adt/hds

  16. By Anonymous on February 26, 2009 at 12:47 AM

    Beredarnya beberapa nama artis seperti Luna Maya, Rahma dan Sarah Azhari, Laudya Cynthia Bella dan lainnya yang masuk dalam daftar prostitusi online, menimbulkan reaksi beragam termasuk dari kalangan selebritis sendiri.

    Ada yang menanggapi hal tersebut dengan santai tapi ada juga yang sempat kebakaran jenggot. Presenter dan bintang sinetron Teuku Zacky berpendapat kalau kejadian itu hanyalah sebuah keisengan saja. "Kita enggak bisa bilang benar apa enggak. Di dunia ini banyak yang iseng, jahil, apalagi sama artis karena mereka dikenal orang dan banyak penggemar. Orang-orang jahil itu bisa saja membuat situs yang tidak bisa dipertanggungjawabkan" kata Zacky.

    Mantan kekasih Peggy Melati Sukma inipun tidak percaya jajaran artis yang disebutkan tersebut benar-benar terlibat dalam bisnis tersebut. "Saya yakin artis tak terlibat, tapi ulah orang iseng yang terobsesi sama si artis. Saya yakin mereka tak seperti itu," cetusnya.

  17. By Anonymous on February 26, 2009 at 12:49 AM

    Beredarnya beberapa nama artis seperti Luna Maya, Rahma dan Sarah Azhari, Laudya Cynthia Bella dan lainnya yang masuk dalam daftar prostitusi online, menimbulkan reaksi beragam termasuk dari kalangan selebritis sendiri.

    Ada yang menanggapi hal tersebut dengan santai tapi ada juga yang sempat kebakaran jenggot. Presenter dan bintang sinetron Teuku Zacky berpendapat kalau kejadian itu hanyalah sebuah keisengan saja. "Kita enggak bisa bilang benar apa enggak. Di dunia ini banyak yang iseng, jahil, apalagi sama artis karena mereka dikenal orang dan banyak penggemar. Orang-orang jahil itu bisa saja membuat situs yang tidak bisa dipertanggungjawabkan" kata Zacky.

    Mantan kekasih Peggy Melati Sukma inipun tidak percaya jajaran artis yang disebutkan tersebut benar-benar terlibat dalam bisnis tersebut. "Saya yakin artis tak terlibat, tapi ulah orang iseng yang terobsesi sama si artis. Saya yakin mereka tak seperti itu," cetusnya.

  18. By Anonymous on February 26, 2009 at 1:53 AM

    Situs Porno Artis Dikelola Suami-Istri, Polisi Masih Buru 3 Tersangka Lain

    Pemilik situs porno –yang mengkliam menjual sejumlah artis papan atas– ternyata sepasang suami istri, Romadoni alias Hartono, 35, dan Fitriani, 34. Dua warga Jalan Utan Panjang III/22 RT 1/6 Kemayoran, Jakarta Pusat, tersebut telah ditahan polisi.

    Saat ini polisi memburu tiga orang rekan Romdani dan Fitriani, yang bekerja di bidang teknologi informasi. Mereka diduga yang membuat sekaligus mengoperasikan situs www.hartonosejakdulu.com dan www.jakartaescortladies.com. Komplotan penipu tersebut diduga sudah beraksi lama.

    Kasat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Afinta, kepada pers, Kamis (19/2), mengatakan, modus penipuan para pelaku adalah dengan menampilkan 36 foto artis dan perempuan cantik di dua situs itu. Para artis tersebut ditawarkan bisa dijadikan teman kencan oleh para hidung belang, dengan tarif Rp 20 juta-60 juta setiap kencan.

    Peminatnya cukup banyak karena dua situs itu mencatut nama besar Hartono Prapanca, germo paling terkenal di era 1980-an. Setiap peminat diminta membayar uang muka 50 persen, dengan cara ditransfer ke rekening para pelaku. Setelah itu, pemesan menunggu di hotel atau tempat yang sudah disepakati.
    Pada kenyataannya ‘artis’ yang dipesan tersebut tidak datang, karena itu memang hanya akal-akalan para pelaku. Para korban penipuan umumnya tidak berani melapor ke polisi karena malu. Berdasar keterangan yang dihimpun Surya, dua pelaku sudah menjalankan usaha itu selama lima tahun.

    Seperti diberitakan, beberapa terakhir keberadaan situs www.hartonosejakdulu.com menggempakan karena situs ini mengklaim menjual sejumlah nama artis cantik papan atas seperti Luna Maya, Julia Perez, Marshanda, dan Ayu Azhari. Foto-foto artis itu pun dipasang di situs tersebut, yang juga memasang nomor-nomor telepon untuk dihubungi.

    Belakangan tersiar kabar bahwa pelaku prostitusi online melalui situs www.hartonosejakdulu.com itu telah ditangkap. Hal ini dijelaskan Gatot S Dewa Broto, kepala Pusat Informasi Depkominfo, Rabu (18/2). Namun Gatot menolak menyebut nama, dengan alasan hal itu merupakan wewenang polisi. (Surya, 19/2).

    Melapor
    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Zulkarnain, menyebutkan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini karena masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap. Sedangkan menurut Ajun Komisaris Besar Nico Afinta, polisi mengusut kasus tersebut setelah salah seorang korban, Juned (bukan nama sebenarnya), melapor ke Polda Metro Jaya, 29 Januari 2009.

    Versi Juned, dia tertarik pada artis Marshanda yang ditawarkan dalam situs itu. Dia lalu mengontak nomor telepon yang tertera di website tersebut. Setelah melakukan negosiasi dengan orang yang mengaku sebagai Hartono Prapanca, Juned bersedia membayar Rp 40 juta dengan cara transfer.

    Sesudah menerima transfer uang, pelaku berjanji mengantarkan ‘Marshanda’ ke salah satu hotel di Jakarta. Karena merasa senang, Juned kembali mentransfer Rp 6 juta sebagai bonus. “Setelah menunggu beberapa jam di hotel yang dimaksud, ternyata Marshanda yang dimaksud tak kunjung datang,” kata Nico, menirukan pelapor.

    Secara terpisah, Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, menegaskan, pemilik situs porno itu bisa dijerat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan sanksi pidana enam tahun penjara serta denda Rp 1 miliar. Depkominfo selaku instansi yang membidani kelahiran UU ITE menyarankan kepada polisi dan jaksa agar menjerat para pelaku dengan Pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 1.

  19. By Anonymous on February 26, 2009 at 1:58 AM

    Kasus Situs Porno Penjual Artis, Polisi Tangkap Seorang Pelaku

    Pelaku prostitusi online melalui situs www.hartonosejakdulu.com telah ditangkap. Ia bakal dijerat dengan Undang-Undang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan sanksi pidana enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

    Hal ini terungkap dalam pertemuan tertutup antara pihak kepolisian, kejaksaan, dan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Rabu (18/2) siang. Pertemuan ini membahas tindak lanjut keberadaan situs porno yang menyatakan menjual sejumlah nama artis cantik papan atas. (Surya, 18/2).

    Hanya, identitas orang yang tertangkap tersebut masih belum diirilis ke pers. “Dari pertemuan tadi siang, disebutkan sudah ada yang ditangkap polisi. Namun wewenang untuk menyebutkan siapa orangnya ada di pihak kepolisian,” ungkap Gatot S Dewa Broto, kepala Pusat Informasi Depkominfo, Rabu (18/2).

    Sementara itu, sejumlah artis bereaksi dengan cara masing-masing ketika mengetahui namanya masuk dalam artis yang ‘bisa dipakai’ (bispak) versi situs porno yang disebut-sebut milik sang germo kenamaan, Hartono Prapanca, tersebut. Ayu Azhari, misalnya, langsung naik pitam saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

    Ditemui di Jakarta, Selasa (17/2) malam, Ayu –yang menggendong Lennon, anak bungsunya hasil pernikahan dengan vokalis White Lion, Mike Tramp– sempat melayani pertanyaan pewarta. Namun ketika pertanyaan mulai menjurus ke arah situs tersebut, Ayu terlihat emosi.

    “No comment. Nama artis banyak yang mirip, juga wajahnya. Mending kirim dulu ke saya alamat situsnya. Baru saya bicara,” kata Ayu, yang mengenakan busana hitam.
    Nada bicar Ayu semakin tinggi ketika didesak lebih jauh soal situs tersebut. “Anda nanya yang benar, dong. Cek dulu. Baru saya bicara,” kata Ayu.

    Sedangkan Ardina Rasti, yang namanya juga dicatut dalam situs yang sama, menyatakan penasaran dengan sosok pengelola situs tersebut. “Aku pengin tahu orang yang tidak bertanggung jawab itu kayak gimana sih,” ujar pelantun Cuma Coba-coba itu.

    Kekasih Lucky Wija ini mengaku siap jika satu saat dirinya diminta keterangan pihak berwajib terkait kasus tersebut. “Kami kan jadi korban, nama kami dipakai. Kalau memang tiba-tiba dilanjut ke mana, aku siap aja,” tuturnya.

    Senada dengan Rasti, Laudya Cynthia Bella juga cenderung cuek ketika diminta komentar mengenai namanya yang masuk daftar perempuan yang bisa ‘dipakai’. “Itu nggak benar dan nggak penting. Jadi malas komentarinnya,” kata Bella saat ditemui di Jakarta Barat, Selasa (17/2) malam.

    Adapun Luna Maya –yang menurut situs itu bisa dibooking dengan tarif Rp 75 juta– meminta polisi segera menelusuri dan membuktikan kebenaran data yang diungkap situs dunia maya tersebut. “Biarin aja polisi yang ngurusin dan menyelesaikan. Nanti kan polisi juga yang akan membuktikan,” ujar Vitalia Ramona ,manajer Luna.

  20. By Anonymous on February 28, 2009 at 2:47 PM

    Nama daftar artis artis yang prostitusi online tarif artis indonesia tarif asmiranda tarif artis indonesia

    Popularitas selebritis tak hanya menguntungkan selebritis, tapi juga orang lain yang pintar mengeruk keuntungan dari popularitas mereka. Sebut saja pasangan suami istri, Romadoni alias Hartono (35) dan Fitriani (34) yang ditahan di Polda Metro Jaya, Kamis malam lalu (19/2), sukses 'menjual' beberapa selebritis.

    Warga Jalan Utan Panjang III/22 RT 1/6 Kemayoran, Jakarta Pusat, tersebut sejak setahun lalu 'menjual selebritis' di dua situs porno beralamat hartonosejakdulu.com dan jakartaescortladies.com.

    Dua situs yang saat ini sudah ditutup ini memasang 36 foto artis di antaranya Luna Maya, Marshanda, Julia Perez, Dian Sastrowardoyo, Ayu Azhari, Masayu Anastasia, Tamara Bleszynski, Julie Estelle dan sederet wanita cantik yang namanya tak populer.

    Tak hanya menggunakan foto dan nama mereka, namun pasangan suami istri ini juga menjual mereka. Sebut saja Luna Maya dijual dengan harga tarif kencan tertinggi yakni Rp 100 juta untuk satu jam. Sementara artis lainnya dipatok dengan range tarif sekali kencan senilai Rp50 juta-Rp75 juta.

    Uniknya lagi, dua penipu ini tak hanya menjual tapi juga membuka rekening palsu dengan nama 36 artis dengan menggunakan KTP palsu. Peminat dua situs hot ini pun tak sedikit. Menurut situs Alexa.com, sejak kali pertama dirilis www.jakartaescortladies.com memiliki traffic rank 19.578.937 sementara hartonosejakdulu.com memiliki traffic rank 1.084.410.

    Selain banyak diminati karena bisnis esek-eseknya, situs ini juga mencatut nama besar Hartono Prapanca yaitu germo paling terkenal era 80-an, karuan beberapa pria hidung belang begitu mudah percaya dengan layanan yang ditawarkan.

    Cara mainnya pun cukup sederhana, setiap peminat wajib membayar uang muka 50%, dan mentransfer ke rekening pelaku. Setelah transfer, peminat menunggu di lokasi kencan yang sudah disepakati.

    Tidak hanya satu korban yang terjaring bisnis pelacuran palsu ini, namun bisnis yang dijalankan selama lima tahun ini juga menjaring beberapa korban, namun mereka cenderung malu melapor ke yang berwajib.

    Menurut Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, pasangan pemilik situs porno tersebut bisa dijerat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan sanksi pidana enam tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.

    Lalu bagaimana dengan artis yang namanya dicomot dan dijual secara tidak senonoh? Saat dijumpai KapanLagi.com beberapa waktu lalu, Julia Perez, artis yang doyan tampil seksi ini mengaku tidak terlalu peduli dengan pencatutan namanya sebagai artis booking-an. Jupe juga tidak mau berurusan panjang hingga lapor ke kantor polisi, hanya saja, jika memang didukung teman-teman selebriti yang bernasib sama, bisa saja dia berubah pikiran. Jadi, cuekin aja atau mau lapor nih?

    Nama daftar artis artis yang prostitusi online
    tarif artis indonesia
    tarif luna maya
    tarif asmiranda
    tarif artis indonesia

  21. By Anonymous on March 2, 2009 at 2:25 AM

    Situs Porno Artis Tawarkan Luna Maya, Julia Perez, dan Ayu Azhari

    SURYA-Pemilik situs porno –yang mengkliam menjual sejumlah artis papan atas– ternyata sepasang suami istri, Romadoni alias Hartono, 35, dan Fitriani, 34. Dua warga Jalan Utan Panjang III/22 RT 1/6 Kemayoran, Jakarta Pusat, tersebut telah ditahan polisi.

    Saat ini polisi memburu tiga orang rekan Romdani dan Fitriani, yang bekerja di bidang teknologi informasi. Mereka diduga yang membuat sekaligus mengoperasikan situs www.hartonosejakdulu.com dan www.jakartaescortladies.com. Komplotan penipu tersebut diduga sudah beraksi lama.

    Kasat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Afinta, kepada pers, Kamis (19/2), mengatakan, modus penipuan para pelaku adalah dengan menampilkan 36 foto artis dan perempuan cantik di dua situs itu. Para artis tersebut ditawarkan bisa dijadikan teman kencan oleh para hidung belang, dengan tarif Rp 20 juta-60 juta setiap kencan.

    Peminatnya cukup banyak karena dua situs itu mencatut nama besar Hartono Prapanca, germo paling terkenal di era 1980-an. Setiap peminat diminta membayar uang muka 50 persen, dengan cara ditransfer ke rekening para pelaku. Setelah itu, pemesan menunggu di hotel atau tempat yang sudah disepakati.

    Pada kenyataannya ‘artis’ yang dipesan tersebut tidak datang, karena itu memang hanya akal-akalan para pelaku. Para korban penipuan umumnya tidak berani melapor ke polisi karena malu. Berdasar keterangan yang dihimpun Surya, dua pelaku sudah menjalankan usaha itu selama lima tahun.

    Seperti diberitakan, beberapa terakhir keberadaan situs www.hartonosejakdulu.com menggempakan karena situs ini mengklaim menjual sejumlah nama artis cantik papan atas seperti Luna Maya, Julia Perez, Marshanda, dan Ayu Azhari. Foto-foto artis itu pun dipasang di situs tersebut, yang juga memasang nomor-nomor telepon untuk dihubungi.

    Belakangan tersiar kabar bahwa pelaku prostitusi online melalui situs www.hartonosejakdulu.com itu telah ditangkap. Hal ini dijelaskan Gatot S Dewa Broto, kepala Pusat Informasi Depkominfo, Rabu (18/2). Namun Gatot menolak menyebut nama, dengan alasan hal itu merupakan wewenang polisi. (Surya, 19/2).

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Zulkarnain, menyebutkan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini karena masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap. Sedangkan menurut Ajun Komisaris Besar Nico Afinta, polisi mengusut kasus tersebut setelah salah seorang korban, Juned (bukan nama sebenarnya), melapor ke Polda Metro Jaya, 29 Januari 2009.

    Versi Juned, dia tertarik pada artis Marshanda yang ditawarkan dalam situs itu. Dia lalu mengontak nomor telepon yang tertera di website tersebut. Setelah melakukan negosiasi dengan orang yang mengaku sebagai Hartono Prapanca, Juned bersedia membayar Rp 40 juta dengan cara transfer.

    Sesudah menerima transfer uang, pelaku berjanji mengantarkan ‘Marshanda’ ke salah satu hotel di Jakarta. Karena merasa senang, Juned kembali mentransfer Rp 6 juta sebagai bonus. “Setelah menunggu beberapa jam di hotel yang dimaksud, ternyata Marshanda yang dimaksud tak kunjung datang,” kata Nico, menirukan pelapor.

    Secara terpisah, Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, menegaskan, pemilik situs porno itu bisa dijerat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan sanksi pidana enam tahun penjara serta denda Rp 1 miliar. Depkominfo selaku instansi yang membidani kelahiran UU ITE menyarankan kepada polisi dan jaksa agar menjerat para pelaku dengan Pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 1. warkot

    Sumber: www.surya.co.id

    Situs Porno Artis Tawarkan Luna Maya, Julia Perez, dan
    Ayu Azhari booking artis tarif prostitusi artis indonesia
    daftar artis yang bisa di booking

  22. By Nama Saya : Ovie Pratama on April 17, 2009 at 7:36 PM

    cinta gua ke kirana lestari ga akan pernah pudar.selamanya dia ada di hati ku

  23. By iepanx on July 9, 2009 at 10:09 AM

    gw minta doonk situs skandal artis indo x doooonx

  24. By iklan gratis on September 11, 2009 at 10:20 AM

    hahahaha
    kena tipu
    artis ma susah
    jaringannya rapi

  25. By OBAT TRADISIONAL AMBEIEN on September 29, 2011 at 7:01 AM

    Maka berhati hatilah dalam bertransaksi maka waspadalah...waspadalah...

  26. By cara menghilangkan bekas jerawat on January 6, 2012 at 6:32 PM

    waspadalah bila sering jajan

  27. By sex toys on January 6, 2012 at 6:34 PM

    hati22 ya gan,..

  28. By http://www.centplay.com/affiliate/id_878/ on May 9, 2012 at 11:01 AM

    apa iya

  29. By penuaan dini on May 26, 2012 at 8:30 PM

    salam kenal ya gan

  30. By games on September 14, 2012 at 2:15 PM

    mahal banget...
    mending kawin aja..
    dapat 3 bini.. h.eh.e

Post a Comment