Batu-Batu Ajaib

Written by bocahiseng on Monday, February 23, 2009

Batu-Batu Ajaib yahh batu ajaib sekarang bertebaran dimana-mana sekarang bukan hanya sang dukun cilik ajaib ponari saja yang memiliki batu yang katanya bertuah itu yang didapat dari samber geledeekkk..pinjam ucapan keren budi anduk.

batu batu ajaib

Apakah ini tanda-tanda dunia ini akan berakhir ? jangan dulu dehhh saya belum menikmati tubuh cewek seksi hidup ini dan belum berhasil menggapai mimpi ! memang kalau rajin melihat berita di televisi pasti ada sekelebatan berita ::kaya mahluk halus aja:: ponari kembali membuka praktek hari ini, ponari menutup, ponari di ungskan, dukun cilik belum bersekolah lagi. yahh sungguh Fenomena Ponari Mewabah, para kyai-kyai dan ulama berbicara , dokter-dokter juga berbicara ? yahh mereka hanya berbicara tapi tanpa tindakan ?? ::bener gak yahhh kalau liat di berita di TV sih gitu ::

Kembali ke tangtop :ada apa di balik tangkop: Batu-batu ajaib itu ternyata tidak di milik oleh ponari saja dan sekarang banyak orang-orang mengaku memilik batu bertuah yang dapat menyembuhkan segala penyakit itu diantaranya

Batu bertuah Dewi

Dewi Sulistiyowati, 14, menemukan batu ajaib yang bertuah.Batu tersebut diyakini merupakan ’saudara’ atau pasangan dari batu sakti milik Ponari, dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Isu itu mulai beredar sejak Senin (16/2).

Mereka itu sebagian besar datang dari lokasi pengobatan Ponari, di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh. Meski pengobatan Ponari Selasa (17/2) kemarin dibuka untuk beberapa jam, namun karena membludaknya pengunjung, sebagian besar tak terlayani.

Sebagian dari mereka pun berbondong-bondong ke rumah Slamet yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari kediaman Ponari. Istianah, 51, warga Desa/Kecamatan Perak, mengaku dirinya datang ke rumah Slamet setelah mendengar sejumlah calon pasien Ponari juga eksodus ke sana.

“Ada yang cerita, Senin (16/2) lalu Ponari meminta agar sebagian pengunjung untuk berobat ke Dewi, karena Ponari ingin istirahat sejenak karena capek. Iku ngono sedulurku (itu saudaraku), kata Ponari,” terang Istianah.

Menurut kabar yang beredar di kalangan pengunjung, jika batu ajaib milik Ponari dihuni makhluk gaib bernama Rono, milik Dewi dihuni makhluk gaib perempuan bernama Rani, dan keduanya bersaudara.

Kedatangan ribuan pengunjung diterima Slamet, karena kebetulan dia juga dikenal sebagai dukun kecil-kecilan. Bahkan, agaknya sudah dilakukan persiapan guna menyambut datangnya pengunjung yang eksodus dari rumah Ponari.

Pengobatan yang dilakukan berbeda dengan Ponari. Jika Ponari mengobati dengan cara mencelupkan batu ajaib ke air untuk diminum pasien, Slamet mengobati dengan air yang sebelumnya dibacakan doa oleh Slamet.

“Kalau soal batu, itu memang ditemukan oleh anak saya, dan sekarang saya simpan. Pengobatan yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan Ponari,” katanya.
Disinggung mengapa tidak menyertakan batu untuk penyembuhan, Slamet mengaku, itu bisa menjurus ke syirik atau menyekutukan Tuhan. Dengan alasan serupa, Slamet juga menolak memperlihatkan batu tersebut.

Dewi menemukan batu di pelataran rumahnya, Kamis (12/2) lalu, bersamaan dengan hujan lebat dan sambaran petir.

“Saat itu dia melihat batu kecil berwarna coklat itu mendadak berubah seperti manusia yang berguling-guling di air. Batu itu selanjutnya diambil dan disimpan,” kata Sumiran. Setelah itu, Dewi bermimpi, batu itu bicara dan ingin ikut Dewi.

Batu "Berbicara"

Setelah Ponari di Megaluh dan Slamet (Dewi) di Bandar Kedungmulyo, kini giliran Nurrohmah, 35, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang.
Setelah batu petir, kini ada batu ''berbicara". Itulah yang dikatakan Nurrohmah, sehingga sempat menggemparkan warga di sekitar Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang diklaim Nurrohmah sebagai tempat ditemukannya batu tersebut. Parahnya, pada siang harinya, Nurrohmah langsung membuka praktik pengobatan di depan rumahnya.

penemuan batu itu terjadi saat ia mengantar anaknya sekolah, di sebuah playgroup di kawasan Desa Tunggorono. Ketika memarkir motor, ia mengaku mendengar suara-suara ''gaib", yang diakuinya berasal dari batu itu.

Saat ditemukan, lanjut Nurrohmah, batu itu terbungkus kain kumal berwarna putih. Dari pantauan Radar Mojokerto, batu itu mirip seperti cangkang kerang berukuran besar. Hanya saja sudah keras dan membatu. ''Sebelumnya saya juga mimpi didatangi kakek-kakek. Saya disuruh membuka pengobatan di lapangan," cetus Nurrohmah ketika berada di Mapolsek Kota Jombang. Pada Jumat pagi (20/2), Nurrohmah memang sempat diamankan di Mapolsek Kota. Menurut Ny Lastri, warga Desa Tunggorono, Nurrohmah mendadak ambruk ketika hendak memarkir motor di depan playgroup. Saat itulah warga memberikan pertolongan dan menanyai Nurrohmah.

Saat itulah wanita berjilbab ini menunjukkan batu ''ajaib" nya. Apalagi ditambah cerita mistis, bahwa batu itu bisa bicara kepada Nurrohmah. Praktis, warga pun berbondong-bondong untuk menyaksikan batu itu. ''Ketika orang semakin banyak, ibu itu (Nurrohmah) akhirnya diamankan polisi," ujarnya.

Di depan Nurrohmah, terdapat sebuah kotak amal. Beberapa warga pun mulai mengondisikan tempat parkir, tak jauh dari lokasi. Identik dengan pengobatan Ponari, setiap pengunjung membawa air dan dicelupi batu milik istri seorang pegawai swasta di Mojokerto itu. ''Barangkali saja saya bisa sembuh, karena saya menderita sakit linu-linu," ujar Kandek Suyanto, 65, warga setempat yang meminta air Nurrohmah.

Hingga Jumat sore, sudah ada ratusan warga yang mendatangi rumah sederhana milik Nurrohmah, yang notabene ibu rumah tangga itu.

Pinjam Istilahnya bang rhoma irama "Sungguh terlalu" ? entah siapa lagi yang akan mengaku mempunyai batu ajaib yang lainnya? apakah kamu atau anda yang akan menemukan batu ajaib ? Kamu mau batu ajaib ? Yahh di sekeliling kamu pun bisa menemukan batu ajaib itu ? ciri-cirinya adalah cari batu sebesar kepalan tanganmu ? bagaimana mengetahui ajaibnya benturkan saja di kepala mu di jamin kepala sampean mengeluarkan cairan berwarna merahhh.......sungguh ajaib.......wkakak dubrak. santai sejenak sambil dendangkan lagu kampanye damai pemilu indonesia 2009 dengan batu-batu ajaib.


Related Posts by Categories



  1. 13 comments: Responses to “ Batu-Batu Ajaib ”

  2. By noval on February 23, 2009 at 10:10 AM

    duh kayaknya ini memang udah mulai edan cah masa udah banyak batu-batu ajaib sih??? bisa2 malah udah ga percaya dengan kekuatan yang esa nih orang-orang gara-gra terhanyut dengan info batu-batu ajaib :((

  3. By cantik on February 23, 2009 at 10:13 AM

    haiyah mau jadi apa nih kalau semuanya udah pada percaya sama batu-batu ajaib heee..lo kamu belum rasakan cewek seksi ya??? silahkan berkunjung kru mah cantik maka akan ada hidangan buat kamu :)

  4. By bocahiseng on February 23, 2009 at 11:05 AM

    @noval dan cantik wahhh para petarung seo pada dateng wakekake

  5. By Diah on February 23, 2009 at 11:45 AM

    Kayaknya akan kembali ke jaman batu...dimana2 berlomba2 saling menemukan batu (ajaib)

  6. By ITDOT on February 23, 2009 at 12:45 PM

    banyak juga ya batu yang ajaib itu
    seperti ponari itu punya batu ajaib juga ya
    betul atau tidak

  7. By thegands on February 23, 2009 at 2:03 PM

    wah, emang kamu lah rajanya ping back bro... satu postingan berbuah ratusan ping back.. mantap!!!!

  8. By yudi on February 24, 2009 at 6:28 AM

    berhenti ngeblog, segera korek2 halaman aja nyari batu ajaib. bisa 1M/bulan tuh hehehe...

  9. By Aris on February 24, 2009 at 9:33 AM

    Saya juga punya tuh "batu" ajaib. ada dua lagi. cuma ngga bisa dilepasin. Batunya ikut saya dari lahir.. wkwkwkwk...

  10. By bocahiseng on February 24, 2009 at 10:17 AM

    @diah iye nih kayanya bu

    @itdot kayanya sihhh

    @thegands hhehehehehe

    @yudi yuk mariii

    @Aris wakakak coba mas celupin diair

  11. By nugraha on February 26, 2009 at 9:13 AM

    Kalo gitu, coba yang punya blog ini buat blog yang baru lagi. Namanya http://batuajaib.blogspot.com (eh maaf kalo memang sudah ada :) )

  12. By munawar am on February 27, 2009 at 8:30 PM

    saya menduga politisi kita juga banyak yang menyimpan batu-batu ajaib..., buat nyari suara..

  13. By Anonymous on February 28, 2009 at 11:31 AM

    batu berkeringan kisah batu berkeringan saingan ponari

    Randi Jaya Kusuma, 13, sedang mengobati salah seorang pasien di rumahnya Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Makassar, kemarin (kiri). Nampak sejumlah warga mengantre untuk mencoba pengobatan (kanan atas). Randi menunjukan batu yang digunakannya sebagai media pengobatan (kanan bawah).

    MAKASSAR(SINDO) – Maraknya pengobatan dukun cilik ala Ponari di sejumlah daerah,di Kota Makassar muncul dukun cilik lain yang dipercayai memiliki kemampuan sama.

    Dukun cilik ini bernama Randi Jaya Kusuma,13,warga Jalan Lembo No 255, Kelurahan Lembo,Kecamatan Tallo. Praktik pengobatan yang juga menggunakan media dari batu ini tak urung disesaki puluhan warga sekitar yang memercayai Randi mampu mengobati segala macam penyakit.

    Rumah semipermanen berlantai dua miliknya ini digunakan sebagai lokasi praktik sejak empat hari lalu. Berbeda dengan Ponari dari Jombang, Jawa Timur (Jatim), yang mengobati dengan mencelupkan batu ke air untuk diminum pasiennya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Erni dan Muhtar ini mengobati dengan membasuh tubuh pasiennya dengan air keringat Randi.

    Sementara batu diletakkan di sebuah mangkuk kecil di sebelahnya. Dari pantauan SINDO siang kemarin, pintu rumah berdinding seng kuning ini tampak rapat. Sementara di bangunan tersebut disesaki puluhan pasien yang hendak mencoba kesaktian batu milik Randi.Tempat praktik siswa kelas I SMP Ahmad Yani, Makassar ini,berada di lantai atas menggunakan ruangan berukuran 3x3 meter.

    Sesekali pintu rumah tersebut dibuka seorang panitia pengobatan dukun cilik untuk memberikan kartu antrean calon pasien sebelum berobat. Nomor antrean ini dimaksudkan membatasi jumlah pasien Randi. Menurut Daeng Jintu, 35, tante Randi,batu milik keponakannya ditemukan pada Senin (23/2),pukul 21.00 Wita malam lalu, saat bermain dengan teman sebayanya di pekarangan Masjid Al Markaz Al Islami,Jalan Masjid Raya, Kecamatan Bontoala.

    ”Sebelumnya Randi bermimpi didatangi seorang perempuan tua memakai sorban putih. Dia menyuruh Randi mengambil sebuah batu di pekarangan Masjid Al Markaz,” tutur Jintu yang menemani keponakannya untuk membuka praktik,kemarin.

    Perempuan paruh baya ini menuturkan, batu berdiameter tiga sentimeter cokelat tua ini ditemukan Randi. Batu ini tiba-tiba muncul dari bawah tanah tak jauh dari tanaman putri malu. Dibukanya praktik dukun cilik Randi ini berawal saat dia mengobati seorang penarik becak, Daeng Sateng.

    Sateng mengeluh kedua tangannya mengalami pembengkakan. Setelah diurut menggunakan air keringat Randi, tetangganya ini membaik sehingga beberapa warga sekitar juga bermunculan untuk mencoba pengobatan ala Randi. Sejak mendapatkan batu bertuliskan huruf Arab ini, Randi kerap kerasukan makhluk halus sehingga dia menggigil kedinginan. Sementara keringat yang dikeluarkannya disapu menggunakan kain lalu diperah ke sebuah mangkuk.

    Keringat inilah yang dipakainya untuk membasuh bagian tubuh pasien yang sakit. ”Keringatnya sangat harum seperti parfum dan menyerupai bau bunga melati. Pengobatannya juga tidak tentu. Jika keringatnya keluar pada malam hari, barulah membuka pengobatan dan biasanya datang pada pagi hari,” tutur ibu Randi, Erni, saat ditemui di tempat praktik pengobatannya. Untuk biaya pengobatan, keluarga Randi tidak mematok harga untuk setiap pasien.

    ”Ini tergantung kesukarelaan setiap pasien. Nanti hasil praktik itu kami sumbangkan ke Masjid Muhammadiyah,” kata Erni. Seorang pasiennya,Hawatiah Daeng Kebo, 45, mengungkapkan, awalnya tidak percaya dengan batu ajaib yang ditemukan anak tetangganya itu.Hanya saat berkunjung berobat, dia langsung merasa lebih baik dan sakit kepalanya juga menghilang.

    ”Sakit kepala saya ini sudah menahun dan tidak kunjung sembuh.Namun,setelah dibasuh dan dipijat dengan keringat Randi, barulah saya merasa lebih baik dan tidak lagi mengalami sakit kepala,” paparnya kepada SINDO. Di mata tetangganya, bocah berkulit gelap ini kesehariannya dikenal sebagai anak yang berbakti kepada orangtuanya. Selain menarik becak, Randi juga kerap menjadi kuli di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk menambah biaya keluarganya.

    Setiap hari, bocah ini mengantar jemput ibunya dengan becak yang membuka warung kopi di pekarangan Masjid Al Markaz. Hanya sejak mendapatkan batu tersebut, Randi tidak lagi pernah masuk sekolah karena sibuk melayani pasien. ”Kami sudah tidak pernah lagi bermain dengan Randi dan dia juga tidak pernah masuk sekolah,” ujar Imran, 10, teman sepermainan dukun cilik ini.

    Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI ) Sulsel dr Muh Akbar yang dikonfirmasi,merasa prihatin dengan fenomena dukun cilik yang muncul sekarang ini di Makassar.Menurut dia, kesembuhan penyakit itu ada yang bisa diterangkan dan ada yang tidak bisa diterangkan.

    ”Yang bisa diterangkan itu adalah ilmu kedokteran yang bisa menjelaskan bagaimana kesembuhan setiap pasien. Di luar ilmu itu saya tidak tahu,”ucapnya saat dihubungi, kemarin. Dia menambahkan, fenomena dukun ini diserahkan kembali kepada masyarakat yang mau mempercayai ilmu kedokteran atau ilmu yang tidak rasional.

  14. By Anonymous on October 16, 2010 at 9:20 PM

    kok jaman sekarang pun maseh banyak rakyat percaya. ya udah emang budaya nya gak pernah berubah. lagipun tu kan satu cara dpt duit gampang.

Post a Comment