Berita Kasus Markus Palsu di TVOne

Written by bocahiseng on Thursday, April 08, 2010

markus palsu tv oneBerita kaskus Markus Palsu di TV One - Sebutan markus atau makelar kasus sepertinya sudah gak asing lagi karena sebutan ini sering banget terdengar di media tv atau surat kabar dan juga media online, markus juga banyak disebut-sebut kepolisian, di perpajakan atau dimanalah saya sendiri gak gitu mengerti banget apa itu makelar kasus, yang saya tahu Makelar Kodok. :)

Nah Sekarang Beredar Berita Bahwa TVOne telah merekayasa markus palsu pada sebuah acara berita di stasiun tv itu. Dan Markus itu mengaku mendapat disuruh oleh presenter IR (:siapa yahh Jarang nonton acara tvone:) dengan bayaran Rp 1,5 juta.:? Berikut kisah terbongkarnya kedok markus palsu ini ?

Kisah Markus Palsu di TVOne Ditangkap Polisi

Mabes Polri menangkap Andris Ronaldi, pria yang mengaku-ngaku sebagai makelar kasus (markus) dalam tayangan TVOne. Andris mengaku mendapat bayaran Rp 1,5 juta untuk menjalankan peran sebagai markus. Bagaimana kisah terbongkarnya kedok markus palsu ini?

Kasus ini bermula dari tayangan 'Apa Kabar Indonesia Pagi' di TVOne pada 18 Maret 2010. Tayangan tersebut membahas fenomena markus sebagai topik utama. Untuk memperkuat tayangan tersebut, pihak TVOne menghadirkan seorang pria yang mengaku berprofesi sebagai markus. Untuk menutupi identitasnya, pria tersebut mengenakan topeng. Suaranya pun diubah sedemikian rupa.

Penampilan pria tersebut sungguh meyakinkan. Dia bercerita lancar dan panjang lebar tentang praktik markus yang dilakukannya di Mabes Polri. Jelas, informasi yang disampaikan pria tersebut sangat menarik dan penting. Sebab bukan perkara mudah untuk menemukan narasumber seorang markus.

Namun kehadiran sang markus ternyata menarik pihak kepolisian. Sebab ada sejumlah keterangan atau pernyataan pria tersebut yang dinilai janggal. Diam-diam, polisi pun kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa sebenarnya sang markus tersebut.

"Kita tertarik karena fenomena markus ini kan memang sedang menjadi sorotan masyarakat. Kita ingin tahu yang bersangkutan selama ini berhubungan dengan siapa saja sebagai markus," ujar sumber detikcom di kepolisian.

Menurut sumber tersebut, sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman akhirnya dikirim ke studio TVOne. Mereka selanjutnya menguntit pria yang mengaku sebagai markus tersebut usai tampil di TVOne. Bahkan, pengejaran terhadap orang itu dilakukan hingga Bali.

"Hasilnya sungguh mengagetkan. Dia ternyata bukan markus, tapi hanya mengaku-ngaku saja. Dia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Mabes Polri," ujar sumber itu.

Namun, sambung sumber tersebut, saat itu polisi tidak langsung melakukan penangkapan. "Kita amati dulu untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap lagi. Dia baru ditangkap kemarin siang (Rabu 7 April)," katanya.

.http://www.detiknews.com/read/2010/04/08/164443/ 1334814/10/kisah-markus-palsu-di-tvone-ditangkap-polisi

Tetapi Entah benar atau tidak belum diketahui dan semoga bisa segera terungkap, dari pihak TVone juga telah membantahnya, namun bila benar sangat disayangkan karena itu namanya pembohongan publik.

Untuk update berita - Berita Kasus Markus Palsu silakan cek di bagian komentar.


Related Posts by Categories



  1. 6 comments: Responses to “ Berita Kasus Markus Palsu di TVOne ”

  2. By Anonymous on April 9, 2010 at 1:16 AM

    TVOne Bantah Bayar Narsum Markus Palsu
    Kamis, 8 April 2010 - 18:37 wib
    text TEXT SIZE :
    Share
    K. Yudha Wirakusuma - Okezone

    JAKARTA – Mabes Polri melaporkan TVONE ke Komisi Penyiaran karena dituding merekayasa narasumber markus di Mabes Polri.

    Manajer Umum Pemberitaan TVOne Totok Suryanto membantah tudingan tersebut. Menurutnya TVOne tidak pernah mengkondisikan atau merekayasa narasumber.

    “Kami jamin dan kami pastikan bahwa TV ini tidak pernah punya niatan apalagi dengan sengaja merekayasa. Karena tidak ada dalam kamus kami untuk merekayasa apalagi karena ini menyangkut hal yang sangat prinsip,” kata Totok saat dihubungi wartawan, Kamis (8/4/2010).

    Totok menyatakan menghormati yang disampaikan Mabes Polri bahwa telah menangkap seseorang yang disebut sebagai markus yang menjadi narasumber di TV One. Namun sampai kini, pihaknya belum pernah melihat apakah benar orang yang ditangkap itu adalah narasumber yang diundang TV One atau bukan.

    Sementara itu mengenai isu, bahwa narasumber itu dibayar Rp1,5juta untuk menjadi narasumber palsu, Totok mengatakan bahwa nara sumber memang diberikan honor yang jumlahnya disesuaikan dengan kondisi narasumbernya.

    “Sebetulnya ini masalah yang sedikit rahasia yang menyangkut uang. Okelah kami jelaskan, karena yang jadi narsum itu kami memang memutuskan memberikan honor.Tentu jumlahnya Kadang kita sesuaikan juga dengan kondisi narumnya. Misalnya begini kami pernah mengundang narsum rumahnya di Subang, Jabar. Karena lokasi Subang ke sini tuh bisa sehari dan juga pedagang, maka kami rasionalkan lebih dari segitu. Misalkan Rp2 juta,” jelasnya.

    Totok kemudian ditanyakan terkait Andris Ronaldi yang diundang TVOne. “Saya belum tahu secara detil namanya. Tapi begini lah prinsipnya. Bahwa yang disampaikan Mabes Polri kami hormati. Tentu apakah sama persis namanya belum tahu. Karena belum ada komunikasi dengan Mabes Polri tentang itu. Tapi dalam kerangka besarnya setiap program berdasarkan prosedur bagaimana sebelum, saat, dan setelah siaran selalu ada prosedurnya,” jelas Totok.

    Sementara itu menurut dia TV One sampai saat ini belum mendapat surat resmi dari Mabes Polri. Meski demikian jika sewaktu-waktu pihaknya ingin dikonfrontir dengan narasumber yang disebut fiktif itu, Totok menyatakan siap.

    “Insya Allah kami siap. Karena Mabes Polri kan sangat dekat dengan kami,” pungkasnya.
    (fit)

  3. By Anonymous on April 9, 2010 at 1:19 AM

    Ngaku Markus Tampil di TVOne
    Andris Mengaku Disuruh Presenter IR, Dibayar Rp 1,5 Juta
    Aprizal Rahmatullah - detikNews
    Jakarta - Andris Ronaldi yang mengaku markus dalam tayangan di TVOne sudah ditangkap polisi. Andris mengaku disuruh oleh presenter IR dengan bayaran Rp 1,5 juta.

    "Ternyata yang bersangkutan diminta untuk ngomong seperti itu oleh rekan kita yang biasa disebut presenter. Dia diberi imbalan Rp 1,5 juta," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (8/4/2010).

    Edward mengatakan, Andris ditangkap Rabu (7/4) siang. Andris ternyata belum pernah menginjakkan kaki sebelumnya di Mabes Polri. Polisi mencari Andris hingga ke Bali.

    "Setelah kembali ke rumahnya, baru kita bisa melakukan penangkapan," imbuhnya.

    Edward menjelaskan UU No 32/2002 tentang Penyiaran pasal 67 huruf d menyatakan, dilarang menyiarkan apabila bersifat fitnah, menghasut atau berbohong. Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

    "Kami akan melaporkan ke Dewan Pers karena dalam pemberitaan itu, pada tanggal 18 Maret lalu, dia menyebutkan sudah 12 tahun melakoni praktek markus di Bareskrim Mabes Polri," ungkapnya.

    Edward pun menyesalkan adanya cara-cara yang dilakukan insan pers untuk merekayasa berita. Polisi masih akan mengecek terlebih dahulu unsur pidana IR, yang membayar Andris tersebut.

    "Kita lihat langkah Dewan Pers. Apa yang disampaikan itu tidak benar. Karena diminta menjelaskan ada setting dan ada skenario," tukasnya. (gus/fay)

  4. By Anonymous on April 9, 2010 at 1:21 AM

    Kasus Markus Palsu di TVOne
    Indy Rahmawati: Saya Tidak Sekotor Itu
    Anwar Khumaini - detikNews

    Jakarta - Presenter Apa Kabar Indonesia Pagi di TVOne Indy Rahmawati (IR) dituduh Mabes Polri menayangkan makelar kasus (markus) palsu, Andris Ronaldi. Atas tuduhan ini, Indy dengan tegas membantahnya.

    Bantahan Indi tersebut diposting dalam Twitter yang diposting oleh salah satu rekan Indy Rahmawati, Apni Jaya Putra. Apni adalah karyawan RCTI yang saat ini diperbantukan di SUN TV.

    "Bang Apni tau lah, ga mungkin aku merekayasa markus palsu, or bikin skenario. Gak sekotor itu aku, bang!" demikian bunyi SMS Indy yang diposting di Twitter, Kamis (8/4/2010).

    Indy Rahmawati hingga saat ini belum bisa dimintai konfirmasi. Detikcom yang mengirim pesan singkat untuk meminta konfirmasi belum dibalas.

    Di akun Twitternya, Ini terakhir kali menulis status 'Dear problems, my GOD is greater than you'. Tulisan tersebut diposting satu jam yang lalu, saat detikcom membukannya sekitar pukul 23.10 WIB.

    Di kalangan koleganya, Indy dikenal sebagai wartawan yang tangguh dan pekerja keras. Indy bukanlah tipe presenter yang genit dan tidak bertingkah bak diva. "Meski Indy kian meroket popularitasnya, Indy tetap low profile. Jarang mengeluh. Integritasnya tinggi. Saat anaknya sakit pun Indy tetap membereskan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab," tutur salah seorang koleganya.

    Untuk diketahui, Mabes Polri mengadukan presenter Indy Rahmawati ke Dewan Pers atas dugaan merekayasa pemberitaan markus. Markus yang diwawancarai Indi ternyata adalah seorang tenaga lepas di media hiburan, Andris Ronaldi. Andris mengaku dibayar Rp 1,5 juta untuk tampil di acara Apa Kabar Indonesia di TV0ne. (anw/ndr)

  5. By Anonymous on April 9, 2010 at 4:46 PM

    Markus Palsu di TVOne
    Inilah BlackBerry Messenger Andris dan Indy Rahmawati
    Didit Tri Kertapati - detikNews

    Jakarta - Komunikasi antara markus jadi-jadian, Andris Ronaldi dengan presenter TVOne
    Indy Rahmawati dilakukan melalui BlackBerry Messenger (BBM). Polisi sudah mem-print seluruh BBM tersebut.

    Hal itu dibeberkan Andris saat mengadakan jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2010). Andris ditemani oleh Pjs Kabidpenum Kombes Pol Zulkarnaen dan Kompol Dodit.

    Belasan wartawan cetak dan elektronik hadir dalam acara ini. Andris dengan lugas menjelaskan seluruh kronologi kejadian. Print out BBM Andris dan Indy pun kemudian dibacakan oleh Dodit. Komunikasi ini diketahui berlangsung tanggal 25 Maret 2010 lalu.

    Indy: Kalau perlu ganti nomor saja, Bang (Andris).

    Andris: Ok, tadi siang Mabes cari gue neh.

    Indy: Bang, kalau ada nomor nggak jelas, jangan diangkat. Polisi saat ini sedang kasat kusuk cari nomormu. Aku tidak akan kasih nomormu ke siapapun.

    Andris: Ok. Gue jadi buron nih? Sampai kakak gue dicari ke Posyandu, gue dibilang tabrak lari.

    Indy: Kalau mereka cari Abang, berarti mereka sudah tahu identitas Abang. Aku lagi siaran, Bang. Siap selalu kalau Abang dicari mereka. Bang, everything is ok. Aku dicari pimpinan, aku matiin HP karena aku dicari pimpinan. Aku nggak berani ke kantor pusat di Pulogadung (Kantor TVOne) karena didesak pimpinan disuruh buka identitas kamu. Aku menolak, jelas bukan dari saya. Saya nggak kasih tahu apapun soal Abang. Bang, is everything is OK?

    (mok/fay)

  6. By Anonymous on April 9, 2010 at 4:53 PM

    Markus Palsu di TVOne
    Alfito Hubungi Sejumlah Pihak untuk Bantu, Bukan Buang Andris
    Niken Widya Yunita - detikNews

    Alfito (TVOne.co.id)
    Jakarta - Pihak TVOne membantah lepas tangan terhadap nasib Andris Ronaldi. TVOne mengaku pihaknya sudah menghubungi sejumlah pihak untuk 'melindungi' Andris.

    "Sedianya kami akan menghubungi sejumlah pihak untuk membantu Anda (Andris). Bukan bilang, 'ya udah lu udah kita bayar ya udah, ini risikonya," kata Alfito Deannova, produser eksekutif di TVOne, kepada detikcom, Jumat (9/4/2010).

    Pernyataan Alfito menanggapi pengakuan Andris dalam jumpa pers di Mabes Polri bahwa setelah komunikasi dengan Indy Rahmawati putus, Andris mengontak Alfito. "Kalau Anda tampil di acara saya dan mengambil uang dari saya, Anda sudah tahu risikonya," kata Andris menirukan perkataan Alfito.

    Menurut Alfito, pihaknya mempunyai tanggung jawab moral kepada Andris. Tanggung jawab itu antara lain melindungi identitas Andris.

    "Saya bilang, kami punya tanggung jawab moral, tapi kami tidak bisa melindungi jiwa dan keselamatan Anda. Kami tidak punya hak itu, kami hanya akan melindungi jati diri," terang mantan presenter SCTV itu.

    Alfito menegaskan, narasumber di TVOne tidak pernah diundang dalam keadaan terpaksa.

    "Siapa pun yang jadi narasumber kami, bukan kami paksa, itu mustahil. Tamu yang datang secara sadar dan mengerti serta tahu risiko bahwa dia bertanggung jawab dari apa yang disampaikan," tandas pria berkacamata ini.

    (nik/nrl)

  7. By nda on May 18, 2010 at 2:05 PM

    nice info..=)

Post a Comment